tugas individu 1 agama asah skill ITB

Nama : nirwani Zega
Kelas : pagi
Jurusan : teknik industri s1


Masuknya berita Injil di jemaat BNKP HELERA, di awali dengan masuknya berita Injil di pulau Nias tepatnya di Gunungsitoli.

         Pada tanggal 27 September 1665, misionaris dari Jerman yang bernama Tuan Denninger tiba di pulau Nias tepatnya di Gunung Sitoli, sejak saat itu pekabaran  inijl di pulau Nias terus berjalan walaupun banyak tantangan yang di hadapi para misionaris pada saat itu.

        Seiring dengan pekabaran injil di Kota Gunung Sitoli, pada tahun 1906, berita Injil tersebut sampai Nias Utara yang di bawah oleh Tuan Nool tepatnya di Helera.

        Pada tahun 1906 merupakan awal berdirinya tempat ibadah di Jemaat Helera Desa Siofabanua.  Namun pada saat itu Umat Kristiani hanya mengikuti kebaktian di beberapa rumah warga secara bergantian yaitu di rumah Ama Nga'oro, dan dirumah Ama Dafuli. Pelaksaan kebaktian dilakukan pekabaran injil Guru Loa'oso dan  yg pertama menerima Injil pada saat itu adalah Ama Nga'oro,  Ama Marisa, Ama Zilasi, Ina Satina, Ina Waoli, dan Ina Gahonoa. Baru beberapa lama kemudian di buat tempat persekutuan secara darurat yang di sebut sebagai Losu (Tempat Berdoa) dan  didirikan pertama di Kebun Game'ela(kebun persembahan) dengan istilah nama saat itu " LOSU GOSALI HELERA", yang didirikan pada tanggal 20 Juni 1906. Saat itu yang menerima baptisan 17 orang. Kemudian pada tanggal 16 Oktober 1910 bertambah yang menerima baptisan menjadi 40 orang.  Lama kelamaan bertambah pendalaman
Pemberitaan Injil, bertambah juga umat yang ingin menerima Yesus  ,bukan lagi hanya  dari lingkungan Desa Siofabanua tetapi  juga datang dari Tanaya'o, Lakha dan Lolomboli.

        Melihat saat itu  sudah banyak yang datang mengikuti kebaktian, maka pada tahun 1913 diambil kesepakatan tempat ibadah ditempatkan di pertengahan yaitu di Mbowolawa. 3 tahun kemudian tahun 1916 tempat persekutuan dibawa ke Hili Ombolata yang di beri nama "OSALI HELERA"(gereja helera)  karena Tuan Jerman lebih suka di perbukitan tempat Gereja. Warga yang bergabung adalah Lakha, Tanaya'o, Alo'oa, Lolomboli, Onodao'o, dan Fadoro.

       Pada tahun 1924 karena kita masih dibawah penguasaan Belanda, maka diperintahkan agar warga yang bermukim di perbukitan supaya di pindahkan tempatnya di pesisir (dekat pantai). Maka pada waktu itu dipindahkan tempat persekutuan (peribadatan) di bawa ke Tanaya'o, nama Gereja waktu itu "OSALI HELERA TANAYA'O, dan  bertepatan saat itu didirikan sekolah anak-anak (sekolah draono) di Nonowaembo Tanaya'o. Dan  lama kemudian orang tua dari Jemaat Helera merencanakan mengembalikan ke Helera walaupun banyak tantangan yang di alami saat itu,  namun karena sudah di ambil tekat atas usaha orang tua saat itu didirikan kembali bangunan beru pada tahun 1948 di atas tanah yang telah di beli kepada pemilik tanah (fotocopy surat jual beli tanah terlampir) dengan ukuran 45x28 meter yang di beri nama "OSALI HELERA"(gereja helera) . Inilah lokasi bangunan Helera yang dimaksud sampai saat ini.

         Kemudia pada tahun 1953 oleh tokoh dan warga sepakat melaksanakan peletakkan batu pertama dengan ukuran 12x16 meter dan selesai bangunan pada tahun 1977.

          Akibat gempa bumi yang terjadi pada tanggal 28 Maret 2005 ,sebagian rumah -rumah penduduk ada  yang rusak total/berat/ringan termasuk gedung Gereja BNKP Helera mengalami rusak berat,dinding sebagian hancur dan retak,lantai pecah pecah juga beberapa tiang beton patah dan bahkan menara Gereja telah tumbang.

        Melihat keadaan bangunan yang begitu parah maka pada tahun 2006, Majelis Jemaat bersama tokoh warga Jemaat membentuk panitia pembangunan Gedung Gereja BNKP Helera untuk memulai kembali pembangunan gedung Gereja yang baru.

       Dengan berbagai upaya yang di lakukan oleh panitia pada saat itu ,baik pengadaan bahan material maupun penggalian dana namun berbagai hal terutama kemampuan warga yang sangat terbatas sehingga pembangunan Gedung Gereja masih blom sempurna.

       Sejak berdirinya Gedung Gerja Helera,pelayan yang melayani hanya orang tua dan guru Jemaat (sinenge). Dengan bertambahnya usia Gereja, jemaat pun mulai banyak, hingga saat ini warga jemaat mencapai kurang lebih 500 kepala keluarga  dan kurang lebih 1.000 jiwa.

         Karena tuntunan pelayanan, pada tanggal 30 Oktober 2017, majelis dan seluruh warga Jemaat sepakat untuk menempatkan Pendeta Jemaat. Pada waktu itulah di tempatkan Pendeta Jemaat yang pertama di BNKP Helera oleh BPHMS BNKP melaui BPMR 30 yaitu: Pdt. Sadoki Halawa, S.Th.


     Demikianlah sejarah berdirinya Gereja BNKP Helera 



                                 SELESAIπŸ™πŸ™

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TUGAS MANDIRI 5 AGAMA SKILL KAMPUS ITBI MILENIAL MEDAN