UJIAN AKHIR SEMESTER agama kampus ITBI milenial medan
NAMA : NIRWANI ZEGA
KELAS : MALAM
JURUSAN : TEKNIK industri
1.Alkitab Sebagai Pedoman dan Dasar Kehidupan
Alkitab adalah Firman Tuhan, buku dari segala buku dan mujizat terbesar dalam sejarah umat manusia. Manfaat yang bisa kita dapatkan tatkala kita mempelajarinya sungguh tak terhingga. Alkitab adalah otoritas tertinggi dan sumber kebenaran yang sejati. Dalam suratnya kepada Timotius, rasul Paulus menekankan pentingnya Firman Allah. Ia menulis, ”Hendaklah engkau tetap berpegang pada perkara-perkara yang telah engkau pelajari dan yang tentangnya engkau telah diyakinkan untuk percaya.” ”Perkara-perkara” yang Paulus sebutkan adalah kebenaran Alkitab yang menggerakkan Timotius untuk beriman kepada kabar baik. Dewasa ini, kebenaran tersebut juga menguatkan iman kita dan membantu kita agar tetap ”berhikmat untuk keselamatan”. (2 Tim. 3:14, 15) Kata-kata Paulus selanjutnya sering kita gunakan untuk menunjukkan kepada orang-orang bahwa Alkitab berasal dari Allah. Tetapi, kita sendiri juga bisa mendapat manfaat tambahan dari kata-kata di 2 Timotius 3:16.
Manfaaat Alkitab sebagai pedoman dasar kehidupan manusia :
· Manfaaat Alkitab sebagai pedoman dasar kehidupan manusia : 1. Ada jalan keselamatan (2 Timotius 3:15; Matius 4:4). Allah memberikan kepada kita dari manusia berasal dan bagaimana manusia akan berakhir. Alkitab adalah yang memberitahukan kita bahwa semua manusia sudah berdosa dan telah berada di bawah hukuman kekal ( RM 3 : 23 ), dan karena Alllah adalah kudus, Ia harus menghukum semua manusia yang berdosa (RM 6 :23). Alkitab juga yang memberitahu kita bahwa kasihNya yang besar Allahmenjadi manusia guna menggantikan semua manusia untuk dihukum ( Yoh 3 :16, Kor 5 : 21, 1 Pet 2 :24 ). Dan Alkitab juga yang memberitahu bahwa jalan keselamatan sudah disediakan melalui kematian Yesus Kristus di kayu salib, dan setiap orang yang percaya kepadaNya pasti diselamatkan ( Yoh 14 : 6, KPR 4 : 12, RM 10 : 9-10)
· Menjadikan Kita Orang Kristen yang Kuat (1 Yohanes 2 : 14)
Hanya ada satu jalan untuk menjadi kuat rohani, yaitu dengan membaca,mempelajari,merenungkan, menghafal, dan melakukan Firman Tuhan. Yesus Kristus adalah contoh ketika Ia dicobai iblis, Ia menggunakan Firman Allah sebagai senjata untuk mengalahkan iblis. Hawa adalah contoh buruk dari orang yang tidak banyak memahami Firman Tuhan,akibatnya iblis memanfaatkan kelemahan itu untuk menjatuhkan Hawa. Alkitab merupakan gizi rohani yang harus dimakan. Alkitab disebut air susu,makanan keras dan madu ( 1 Petrus 2 : 2, Ibrani 5 : 13-14).
· Meyakinkan kita akan keselamatan yang kita terima
Keselamatan adalah sesuatu yang sangat indah, suatu anugerah dari Tuhan yang diberikan Cuma cucma kepada setiap orang yang percaya,sehingga tampaknya terlalu indah untuk dianggap benar. Oleh karena itu salah satu kesukaran utama yang dialami oleh petobat baru adalah mereka ragu ragu akan keselamatannya. Satu satunya sumber ialah Alkitab. Itulah alasannya mengapa Alitab ditulis, agar kita memiliki keyakinan yg kokoh akan keselamatan kekal yg Tuhan sudah anugerahkan kepda kita ketika kita bertobat dan percya kepada Tuhan Yesus ( 1 Yohanes 5 : 13, Roma 5 : 9 – 10, 8 : 1 ).
· Memberikan keyakinan dan kuasa dalam Doa ( 1 Yohanes 5 : 14 )
Dalam Yohanes 15 : 7 Tuhan berjanji, jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan FirmanKu di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki dan kamu akan menerimanya. Itu berarti bahwa melalui pemahaman Alkitab doa doa kita lebih berkuassa dan efektif sebab pada waktu kita mempelajari FirmanNya kita mengeal kehendakNya dan akibatnya kita akan belajar bagaimana caranya berdoa yang benar.
· Memberikan sukacita dan Damai sejahtera
Salah satu dari kehidupan Kristen adalah sukacita. Tetapi seringkali sukacita tertahan oleh persoalan persoaln hidup. Tuhan Yesus berkata, semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacitaku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh ( Yoh 15 :11 ) dan salah satu bukti rohani dari kehidupan Kristen adalah damai sejahtera dalam kekuatiran dan kecemasan. Karena anda telah menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, anda mempunya hak untuk mengharap bahwa anda berbeda dan teman teman anda dibenarkan dalam mengharap untuk melihat perbedaan itu, bila Roh kudus dan dan tinggal dalam kehidupan seseorang, orang itu yg ditandai akan berbeda.perbedaan itu terutama terlihat pada emosi emosi orang itu yg ditandai oleh damai sejahtera walaupun menghadapi kesukaran kesukaran ( Kolose 3 : 16, Yoh 16 :33).
· Membimbing kita dalam mengambil keputusan keputusan dalam kehidupan kita ( Mazmur 119 : 105 ).
Prinsip – prinsip Allah dipakai sebagai petunjuk dalam membuat keputusan keputusan. Jadikanlah Alkitab sebagai standar hidup, kompas yang memberikan petunjuk arah nasihat untuk membuat keputusan keputusan yang baik, dan patokan untuk menilai segala sesuatu maka hidup anda akan bahagia dan berhasil.
2.Cara memperoleh hidup yang kekal
Syarat memperoleh hidup yang kekal adalah kerelaan untuk menjual harta milik, memberikannya kepada mereka yang miskin, dan mengikuti Yesus. Dengan demikian, hidup kekal ternyata merupakan suatu proses untuk menjadi insan yang beriman. Untuk sampai ke situ, kita dituntut untuk berani meninggalkan kebiasaan yang lama, percaya kepada Yesus, dan mengikuti ajaran-Nya. Bagi sebagian orang, proses ini mungkin mudah saja. Namun, banyak orang kiranya merasa sangat sulit untuk melakukannya.
kita harus menyadari bahwa diri kita adalah orang berdosa. Dengan adanya dosa, maka kita tak akan bisa mencapai Allah apalagi sorga. Kita sangat perlu untuk menerima kasih karunia Allah terlebih dahulu agar kita bisa mencapai sorga hingga menghampiri Allah yang Mahakudus.
Roma 3:23, Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,
Roma 6:23, Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
Kita harus memiliki kepercayaan (Iman) kepada Yesus Kristus sebagai satu-satunya Juruselamat manusia. Setiap orang yang percaya kepada Yesus pasti memperoleh hidup yang kekal (sorga) dan tidak binasa ( tidak masuk neraka). Bapa mengaruniakan AnakNya yaitu Yesus Kristus di dalam bumi agar menusia memberikan hati untuk percaya kepadaNya.
Yohanes 3:16, Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.” Yohanes 3:18
Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yohanes 14:6b).
Yohanes 11:25 dijelaskan: Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, 11:26 dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?”
ADVERTISEMENT
REPORT THIS AD
Yesus Kristus satu-satunya jalan memperoleh keselamatan, bukan salah satu jalan, sebab “…keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” (Kisah 4:12).
1 Yohanes 5:13
Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal.
Untuk memperoleh keselamatan harus melalui Yesus Kristus. Yesus adalah kebenaran, Yesus adalah jalan karena Yesus berasal dari sorga, hanya Yesus yang tahu mengenai sorga dan datang dari sorga turun ke bumi. Yesus adalah kehidupan. Yesus adalah pengantara antara manusia dengan Allah.
Yohanes 14:6, Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
Dalam Kisah 16:31 dijelaskan:”Jawab mereka: “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.”
Jaminan kepastian keselamatan hanya ada di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Terimalah Dia dengan segera sebelum terlambat.
Keselamatan diperoleh syaratnya bukanlah perbuatan baik ataupun amal manusia. Keselamatan diperoleh syaratnya adalah kasih karunia Allah oleh iman. Kasih karunia Allah oleh iman merupakan pemberian Allah atas dasar kasih yang nyata pada manusia. Kalau manusia diselamatkan berdasarkan perbuatan maka manusia pasti saling menyombongkan diri dihadapan manusia terlebih dihadapan Allah. Manusia akan sewenang-wenang protes Tuhan dengan pernyataan perbuatan baik. Oleh karena itu, Firman Tuhan berkata: “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.” (Efesus 2:8-9)
Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman” (2 Timotius 1:9).
Dalam Roma 3:28 Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat.
Iman terhadap (di dalam) Yesus Kristus yang membenarkan manusia dihadapan Allah bukan karena melakukan hukum Taurat.
Galatia 2:16
Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kami pun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: “tidak ada seorangpun yang dibenarkan” oleh karena melakukan hukum Taurat.
Pertobatan dan Percaya Injil.
Pertobatan merupakan perubahan pikiran seseorang. Mengubah pikiran dalam pertobatan artinya mengubah pikiran, hati, dan keinginan. Satu pandangan dirubah menjadi pandangan yang lain. hal ini menunjuk adanya perubahan tingkah laku, perubahan pandangan, opini, dan keyakinan.
Luk 5:31 Lalu jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; 5:32 Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.”
Mark 1:15 kata-Nya: “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!”
Kata ‘Injil’ berasal dari kata ευαγγελιον yang artinya adalah ‘kabar baik’ atau ‘berita kesukaan’ yang artinya adalah ‘kabar baik’ atau ‘berita kesukaan’. Kata Injil merupakan penyerapan bahasa Arab dari kata Yunani ευαγγελιον yang artinya adalah ‘kabar baik’ atau ‘berita kesukaan’ . Jadi arti dasar dari kata Injil bukan hanya sekedar Kitab Suci, tetapi berita keselamatan dari Allah bagi umat manusia.
3.Mencari salah satu contoh alkitab,dan menuliskan teladan apa yang bisa kita tarik
Dari tokoh tersebut
Suka Menolong (Musa)
Karakter tokoh Alkitab yang patut diteladani, yang kelima adalah suka menolong orang lain.
Salah satu tokoh Alkitab yang punya karakter suka menolong orang lain adalah Musa.
Musa lahir di Mesir, di mana orang Israel berada di bawah perbudakan orang Mesir.
Musa kemudian menjadi anak angkat putri Firaun hingga ia berusia 40 tahun. Setelah itu ia keluar istana Firaun untuk menemui teman sebangsanya.
Ketika ia melihat seorang Mesir memukul orang Israel, ia membelanya dengan membunuh orang Mesir tersebut dan menyembunyikan mayatnya.
Lalu ketika dua orang sesama Israel berkelahi, Musa melerai mereka. Ia menegur orang yang bersalah, yang memukul temannya.
Tetapi orang tersebut tidak mendengarkan Musa, malahan ia menyinggung pembunuhan yang dilakukan oleh Musa terhadap orang Mesir tersebut.
Mendengar hal itu, takutlah Musa lalu ia pergi ke Midian. Ia duduk-duduk di dekat sebuah sumur.
Lalu Musa bertemu dengan perempuan-perempuan dari seorang imam yang akan menimba air untuk ternak mereka.
Ketika para gembala di tempat itu mengusir perempuan-perempuan itu, maka Musa bangkit menolong mereka dan memberi minum ternak mereka (Keluaran 2:11-22).
Karena karakter Musa yang suka menolong ini, salah satu dari perempuan yang ditolongnya tersebut kemudian menjadi istrinya.
Musa tinggal di Midian dan bekerja sebagai gembala kambing-domba mertuanya selama 40 tahun, hingga Tuhan memanggilnya untuk membawa umatNya, Israel, keluar dari Mesir menuju Tanah Perjanjian.
4.Peran Gereja di tengah tengah masyarakat
7 Peran Gereja Dalam Masyarakat Majemuk
Sebagai warga negara Indonesia, kita diberi kebebasan untuk menganut agama dan kepercayaan masing-masing. Tidak ada larangan bagi manusia harus menganut agama ini dan itu. Kemajemukan suku, bangsa, ras, dan agama membuat Indonesia menjadi negara yang unik. Setiap perbedaan ini jangan dijadikan sebagai perselisihan, melainkan sebagai suatu alat yang mempersatukan bangsa agar semakin kuat dan saling menghormati. Selain mewartakan iman dan karya kasih, Gereja juga harus berani tampil di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Ada dua wujud penampilan yang harus dilakukan oleh Gereja, antara lain:
Partisipasi Gereja Dalam Masyarakat
Gereja bukan hanya sebagai tempat untuk memuji dan mengagungkan Tuhan, melainkan juga sebagai tempat untuk membangun persekutuan kasih diantara umat manusia. Gereja juga harus bisa dijadikan sebagai tempat perlindungan bagi umat manusia.
1. Diakonia (Pelayanan)
Pada poin ini, kamu diharuskan untuk mengikuti serangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh Gereja yang tujuan utamanya adalah melayani. Agar kegiatan pelayanan dapat sukses, kamu harus bekerja sama dengan tim untuk menwujudkannya. Contoh tindakan pelayanan, antara lain:
Membantu korban bencana alam
Mengikuti kegiatan amal bagi saudara-saudara kita yang miskin, cacat, terlantar, dan butuh kasih sayang
Mencoba hidup bersama orang yang menderita penyakit kusta
Sudahkah kamu melayani sanak saudaramu? Walaupun terlihat kecil, namun hal tersebut sangat berarti bagi mereka yang membutuhkannya. Ketiga contoh di atas harus kamu landasi dengan menumbuhkan sikap empati, peduli, dan berhati ikhlas untuk menjalankan kegiatan sosial demi kepentingan seluruh umat manusia. Matius 20:28 “sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”
2. Persekutuan (Koinonia)
Persekutuan berarti rela berbagi kepada sesama dalam suatu perkumpulan. Sebagai orang beriman, kita senantiasa dipanggil untuk ikut dalam sebuah persekutuan untuk mempererat tali persaudaraan. Di dalam persekutuan inilah kita bisa menampakkan kehadiran Yesus Kristus. Tali persaudaraan antara kamu dengan umat yang lain bisa terjalin dengan Pengantaraan Kristus dalam Kuasa Roh Kudus-Nya.
Contoh kegiatan yang mencerminkan persekutuan, antara lain:
Mengikuti kegiatan Pendalaman Iman (PA)
Bergabung dalam muda mudi Gereja
Bergabung pada perkumpulan lingkungan, ibu-ibu, bapak-bapak, dan orang lansia
1 Yohanes 1:3 “Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamu beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus.”
3. Pewartaan (Kerygma)
Mewartakan berarti membawa kabar gembira bagi seluruh umat manusia. Lukas 22:27 “Sebab siapakah yang lebih besar: yang duduk makan atau yang melayani? Bukankah dia yang duduk makan? Tetapi Aku ada di tengah-tengah kamu sebagai pelayan.”
Berikut peran Gereja dalam pelayanannya sebagai perwataan dalam masyarakat :
Misalnya, Katekese calon baptis, penerimaan Sakramen Tobat, Sakramen Krisma, Sakramen Perkawinan, dan kegiatan pendalam iman.
Dengan melakukan kegiatan pewartaan, kita sudah dapat dikatakan membantu umat Allah untuk mendalami kebenaran Firman Allah.
Dengan demikian, umat Allah bisa hidup kekal, tidak mudah goyah, dan tetap setia kepada pengajaran Tuhan Yesus.
Matius 10:7 “Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.”
Sejarah Gereja adalah sebuah persekutuan yang hadir di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat secara universal. Dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, Gereja memiliki tugas pewartaan dan berperan aktif untuk selalu memberikan nilai-nilai positif bagi umatnya. Nilai-nilai positifnya sudah pasti masih sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Tuhan Yesus. Disini, Gereja dituntut untuk memperlihatkan siapa dan bagaimana karakteristik Tuhan Yesus itu sendiri.
4. Lyturgia (Liturgi)
Dalam hidup menggereja, ibadah adalah sumber dan pusat untuk beroleh iman dalam Yesus Kristus. Kegiatan Liturgi sering kita lakukan pada Hari Minggu, ketika kita beribadah di gereja. Sebagai umat Kristiani, kita bisa mendalami iman melalui kegiatan liturgi di gereja. Doa, simbol, lambang, dan perayaan di gereja merupakan bagian dari liturgi.
Contoh kegiatan liturgi di gereja, antara lain:
Mengikuti tata ibadat pada Hari Minggu
Ikut kegiatan paduan suara atau koor di gereja
Menjadi putra dan putri altar
Dengan adanya persekutuan, kita sebagai umat manusia diharapkan bisa menyatu dengan umat yang lainnya. Tidak melihat ras, suku, bangsa, dan latar belakangnya. Karena pada intinya, kita ingin bersatu dengan mereka untuk mewujudnyatakan Kristus Yesus dalam kehidupan.
5. Martyria (Penginjilan)
Sebelum Tuhan meninggalkan dunia, Ia pernah berpesan kepada murid-murid-Nya untuk menjadi saksi-Nya dalam memberitakan Injil. Tugas inipun dilakukan oleh para murid. Kita selaku Anak Allah juga dituntut untuk melakukan hal yang sama, yaitu menjadi Saksi Kristus di tengah-tengah masyarakat. Hal ini dapat diwujudkan dengan menghayati karya keselamatan Tuhan dalam hidup kita. Cara pelayanan Gereja sebagai peran didalam masyarakat majemuk:
Beritakanlah injil kepada seluruh bangsa dan jadilah garam dan terang dunia di tengah-tengah masyarakat. Berbuat baiklah agar kamu disenangi oleh orang-orang di sekitarmu.
Mazmur 19:7 “Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman.”
Yesaya 8:20 “Carilah pengajaran dan kesaksian! Siapa yang tidak berbicara sesuai perkataan itu, maka baginya tidak terbit fajar.”
Selaku Anak Allah, kita selelu dituntut untuk berbuat baik kepada sesama, sama dengan apa yang dilakukan Gereja, dan yang telah dilakukan oleh Yesus Kristus kepada kita. Ulangan 7:9 “Sebab itu haruslah kau ketahui, bahwa Tuhan, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan.”
6. Perwujudan Iman
Iman adalah hubungan cinta kasih yang terjalin antara manusia dengan Tuhan. Untuk mengungkapkan iman dan kepercayaan akan Yesus Kristus, kita bisa mewujudkan hal tersebut dalam bentuk menyelenggarakan kegiatan sosial di Gereja. Disini, Gereja harus bisa menunjukkan dan mempraktikkan bentuk pelayanan yang dilakukan Yesus selama Ia berada di dunia. Berikut bentuk perwujudan iman dalam bentuk kesertaannya dalam peran Gereja:
Tak hanya Gereja saja, kamu sebagai umat Tuhan juga dituntut untuk mewujudkan imanmu sebagai bukti kalau kamu seorang Kristiani. Perwujudan iman ini bisa berupa penyerahan total kepada Yesus Sang Juru S’lamat.
Kamu harus selalu menyerahkan seluruh hidupmu kepada Tuhan, biarlah Ia yang selalu berkuasa atas dirimu.
Perwujudan iman juga haruslah disertai dengan hati yang tulus dan penghayatan akan iman kepada Tuhan. Tanpa kedua hal tersebut, perwujudan iman sama saja kosong. Perwujudan iman harus dibuktikan dalam tindakan nyata. Karena iman tanpa perbuatan hasilnya nihil.
Galatia 2:16 “Kamu tahu, bahawa tidak seorang pun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Yesus Kristus. Sebab itu, kami pun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan Hukum Taurat. Sebab tidak ada seorang pun yang dibenarkan oleh karena melakukan Hukum Taurat.”
7. Pengungkapan Iman
Komunikasi adalah salah satu cara untuk mengungkapkan iman akan Kristus Yesus. Pengungkapan iman bisa dinyatakan dalam bentuk yang khusus dan eksplisit, contohnya dalam pewartaan, pelayanan, dan perayaan Ekaristi yang setiap kali diadakan di Gereja. Berikut cara peran Gereja dalam mengungkapkan iman didalam masyarakat:
Pengungkapan iman adalah bentuk dari penghayatan iman yang bisa kita dapatkan saat kita berada di lingkungan masyarakat. Iman diungkapkan secara nyata, namun tidak secara kentara alias memperlihatkan sikap dari iman.
Rasa kepercayaan Gereja dalam memberitakan kesaksian dan kepastian tentang iman Kristus kepada semua umat Kristiani dan seluruh masyarakat majemuk lainnya.
Gereja akan serta aktif kepada masyarakat agar setiap masing-masing masyarakat bisa saling memberikan rasa pengungkapan iman yang saling percaya dari hatinya untuk Tuhan
Selain itu untuk dari itu Gereja akan membentuk suatu Gereja yang luar biasa dan nyata dalam pelayanan kasihnya terhadap masyarakat. Selain itu kita sebagai masyarakat juga harus saling tahu apa peran kita sebagai masyarakat dalam menjalin hubungan dengan Gereja
Itulah berikut sekilas artikel tentang peran Gereja dalam masyarakat yang bisa kalian ketahui. Semoga dengan ini kalian bisa tahu apa arti peran Gereja yang sesungguhnya.
5.Sebagai orang Kristen hal teladan apa dilingkungan
1.Jangan Putus Asa
Ketika masalah datang dan sulit untuk kita hadapi sering kali kita menjadi putus asa. Sesungguhnya sikap tersebut tidak benar karena dengan sikap putus asa, tidak dapat menyelesaikan masalah kita. Justru yang harus kita lakukan adalah tetap semangat dan terus percaya kepada Tuhan, seperti kisah sepuluh orang kusta yang telah dipulihkan oleh Yesus. Kisah tersebut terdapat di dalam Lukas 17 : 11-19. Ketika kita berseru kepada Tuhan untuk memberi kekuatan dalam menghadapi semua pencobaan percayalah Tuhan Yesus akan memulihkannya. Melalui ayat tersebut terbukti kuasa Yesus sungguh nyata dalam hidup kita. Maka dari itu ketika masalah datang jangan takut dan putus asa ya, siapa yang sering merasa putus asa?
2. Semakin mendekatkan diri dengan Tuhan
Biasanya disaat kita menghadapi masalah, kita akan terfokus pada masalah tersebut. Sehingga tanpa disadari mulai membuat kita menjauh dari Tuhan dan tidak bisa membuat kita berpikir dengan jernih, bahkan bisa sampai mengakibatkan stress dan depresi. Kita harus memiliki hati seperti Nabi Ayub. Ia sepenuhnya mempercayakan hidupnya kepada Tuhan, meskipun semua musibah bertubi-tubi datang kedalam hidup Nabi Ayub, ia tetap percaya kepada janji Tuhan yang selalu menolongnya. Sehingga pada akhirnya Tuhan mengembalikan hidupnya dan memberikan Nabi Ayub berkatNya yang berkali-kali lipat. Ingin tahu kisah lengkap Nabi Ayub, yuk dengarkan Alkitab Suara sekarang.
3. Menguatkan Iman
Disaat masalah datang kita membutuhkan iman, tanpa iman kita akan mudah goyah kepada mujizat Tuhan. Dengan iman kita bisa memiliki keyakinan dihati bahwa Tuhan akan selalu memberikan jalan keluar bagi anak-anakNya yang dekat pada-Nya. Karena melalui berkat dan hikmat Tuhan kita dapat mengambil tindakan yang terbaik untuk menyelesaikan masalah tersebut. Seperti cerita bangsa Israel yang ada di dalam Alkitab. Bangsa menyebrangi sungai Yordan dan masuk ke Tanah Perjanjian dengan Iman. Melalui iman tersebut, Mujizat Tuhan terjadi saat itu dan terbelahlah sungai Yordan, sehingga bangsa Israel dapat melewatinya. Oleh karena itu, sebagai umat Kristen kita perlu menguatkan iman kita agar berkat dan mujizat dapat terjadi dalam kehidupan kita.
4. Tetap bersyukur kepada Tuhan
Masalah sesulit apapun yang tejadi dalam hidup kita, tetap harus hadapi dengan rasa syukur karena kita masih diberikan kekuatan untuk menghadapi semua masalah hidup dan tidak mengalami masalah yang lebih berat atau sesulit masalah seperti yang dihadapi oleh orang lain. Pada dasarnya Tuhan tidak akan memberikan masalah kepada manusia melebihi batas kemampuan kita, karena tertulis dalam Firman Tuhan pada 1 Korintus 10:13 “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya”. Jadi jika kamu memiliki masalah yang sulit saat ini jangan khawatir, percayalah bahwa Tuhan akan membantu kita untuk menyelesaikannya tepat pada waktunya.
5. Jangan lupa untuk berdoa setiap hari
Berdoa merupakan cara kita berkomunikasi dengan Tuhan. Melalui doa kita dapat mengungkapkan semua hal yang kita rasakan. Terutama disaat masalah datang biasanya kita menceritakan semua masalah kita kepada sesama manusia, namun saat ini kita bisa mencoba untuk mulai menceritakan setiap masalah kita kepada Tuhan melalui doa. Sebagai umat Kristen kita diajarkan untuk menyatakan keinginan kita kepada Tuhan dalam doa sesuai dengan Firman Tuhan yang diambil dari Filipi 4:6 “Janganlah hendaknya kamu khawatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” Jadi ketika kamu mengalami masa-masa sulit ingatlah untuk selalu mencari Tuhan, karena hanya Dialah yang dapat mengurangi beban kita melalui berkat dan mujizatNya.
Kelima cara diatas merupakan sikap yang perlu kita lakukan sebagai umat Kristen dalam menghadapi masalah. Dari kelima cara tersebut manakan yang paling
Komentar
Posting Komentar